Pagelaran Wayang Krucil untuk Peringati HUT Kabupaten Kediri

intervalinstitute.com – Pagelaran wayang krucil diselenggarakan di Balai Desa Menang, Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Kamis (31/3) 19.00 WIB.

Ki Dalang Harjito Mudho Darsono menjadi dalang dalam pagelaran wayang krucil tersebut. Lakon yang disajikan dalam pagelaran wayang krucil kali ini menceritakan kisah panji.

Pagelaran wayang krucil ini merupakan kegiatan puncak dari rangkaian acara dalam memperingati Hari Jadi (HUT) Kabupaten Kediri ke-1.218 di tahun 2022, tepatnya tanggal 25 Maret.

Pagelaran wayang krucil ini digelar dengan lakon “Bancak Dhoyok Ambarang Jantur Babad Panji”.

Wayang Krucil merupakan salah satu kekayaan seni budaya yang ada Kabupaten Kediri. Wayang Krucil atau wayang Klithik adalah salah satu seni pertunjukkan yang memakai media wayang berbahan kayu mentaos dan berukuran kecil, sehingga disebut Krucil.

Wayang ini banyak menceritakan latar sejarah dan legenda kerajaan sampai cerita rakyat. Namun, cerita Panji sangat kental melekat.

Berbeda dari wayang kulit yang terbuat dari kulit binatang, wayang krucil terbuat dari kayu sehingga lebih berat dan tidak selentur wayang kulit.

Selaku dalang, Ki Harjito Mudho Darsono berasal dari Desa Senden Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri.

Ki Dalang Harjito Mudho Darsono ini dikenal sebagai pewaris terakhir wayang krucil di Kediri. Dimulai dari eyang dari Ki Harjito Mudho Darsono, Ki Siram Atmosastro, juga seorang dalang wayang krucil.

Kemudian, kemampuan dan darah seni dalang wayang krucil ini diwariskan kepada ayahnya, Soetjipto Moer, yang selanjutnya diturunkan ke Ki Harjito Mudho Darsono. Dengan demikian, Wayang Krucil memang telah menjadi bagian hidup Ki Harjito sejak kecil dan merupakan generasi ketiga dalang wayang Krucil.

Sebelumnya mulai tahun ini, pagelaran musik dangdut virtual di Balai Desa Pagu. Kemudian juga ada pertunjukan Seni Jaranan di Balai Desa Bulu Pasar, dan tepat pada tanggal 25 Maret 2022 digelar Parade Cikar mulai dari Patung Totok Kerot hingga ke Simpang Lima Gumul Kediri.

“Diharapkan pagelaran wayang krucil malam ini bisa menambah juga imbun tubuh kita. Karena kita sudah lama tidak melihat pagelaran. Sebab, selama lebih dua tahun pandemi Covid-19, semua kegiatan seni budaya berhenti,” ungkap camat Pagu, Moch. Imron, S.Sos, M.M dalam sambutannya.

Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah dilonggarkan oleh pemerintah, Moch. Imron berharap kepada masyarakat untuk tetap taat protokol kesehatan supaya kesehatan selalu terjaga.

Pagelaran wayang krusil tersebut juga ditayangkan secara live streaming di channel YouTube Dinas Kominfo Kabupaten Kediri.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.