Pameran Indonesian Women Artists #3: Infusions Into Contemporary Art Digelar Hingga Akhir April 2022

intervalinstitute.com – Galeri Nasional Indonesia menjadi lokasi Pameran Indonesian Women Artists #3: Infusions Into Contemporary Art. Pameran tersebut akan berlangsung mulai tanggal 30 Maret hingga 24 April 2022.

Di tahun 2022, pameran ini memasuki pameran ketiga kalinya yang diselenggarakan oleh Yayasan Cemara Enam bekerja sama dengan Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek dan Galeri Nasional Indonesia sebagaimana dilansir dari laman resmi Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.

Adapun kurator dalam pameran ketiga ini adalah tiga perempuan yang berkompeten dalam bidang seni rupa, yaitu seorang jurnalis senior bernama Carla Bianpoen, Ketua Yayasan Cemara Enam dan Direktur Cemara 6 Galeri – Museum bernama Inda Citraninda Noerhadi, serta Citra Smara Dewi, akademisi seni rupa dan kurator Galeri Nasional Indonesia.

Perlu diketahui bahwa pameran Indonesian Women Artists awalnya digagas oleh Carla Bianpoen, Wulan Dirgantoro, dan Farah Wardani ketika mengamati karya-karya perupa perempuan Indonesia di pameran-pameran berkelas.

Kemudian, mereka menulis buku tentang 34 perempuan perupa Indonesia yang terbit oleh Yayasan Seni Rupa Indonesia pada tahun 2007, bersamaan dengan Pameran Indonesian Women Artists: The Curtain Opens.

Pameran Indonesian Women Artists #2: Into the Future selanjutnya digelar pada tahun 2019 bersama dengan terbitnya buku Carla tentang 21 perempuan perupa muda kontemporer Indonesia berusia antara 27-41 tahun.

Terdapat 32 karya yang bakal dipamerkan dalam pameran Indonesian Women Artists #3 ini meliputi seni lukis, instalasi, seni patung, new media, sampai pertunjukkan.

Sepuluh perempuan perupa profesional Indonesia berusia di atas 50 tahun akan menjadi peserta dalam pameran ini, yakni Bibiana Lee (1956), Dolorosa Sinaga (1952), Arahmaiani (1961), Indah Arsyad (1965), Mella Jaarsma (1960), Sri Astari Rasjid (1953), Melati Suryodarmo (1969), Dyah Anggraini (1957), Titarubi (1968), dan juga Nunung W S (1948).

Terkait kreativitas pada usia lanjut tentu juga menjadi perhatian. Studi mengatakan bahwa siklus kreativitas seseorang secara umum berpuncak pada usia akhir 30-an hingga awal 40-an tahun.

Dalam studi lain dikatakan bahwa puncak kreativitas seseorang sangat bervariasi di usia berapa pun. Untuk itu, bukan tidak mungkin justru puncak kreativitas para perupa muncul di usia yang tidak lagi muda.

“Yang luar biasanya adalah, para perupa terpilih ini nyatanya terus mengalami puncak demi puncak kreativitas, dan tidak terbayang berapa puncak lagi yang akan dicapai,” kata Carla Bianpoen dikutip dari laman Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.

Opening Indonesian Women Artists #3 (fb Citra Smara Dewi)

Adapun pemilihan sepuluh perupa perempuan Indonesia tersebut didasarkan pada konsistensi mereka dalam berkarya, baik capaian artistik, konseptual, hingga kekuatan visual.

“Pameran ini merupakan wujud upaya dan komitmen untuk mengangkat kontribusi perempuan perupa Indonesia dalam peta perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia,” ungkap Inda Citraninda Noerhadi.

Karakter kuat para perupa ini juga turut menyumbang dalam masa perkembangan seni rupa di Indonesia.

“Lini masa tersebut merupakan kajian yang sangat komprehensif dengan melibatkan tim khusus dari IVAA. Terdapat ruang khusus yang menampilkan hasil kajian, baik berupa video maupun arsip-arsip seperti katalog, buku, dan dokumen sezaman,” ujar Citra Smara Dewi.

Pemutaran film dokumenter juga akan ada dalam kegiatan pameran tersebut. Film dokumenter yang dimaksud mengenai sepuluh perempuan perupa yang menjadi peserta dalam pameran Indonesian Women Artists #3.

Salah satu karya di Pameran Indonesian Women Artists #3

Film dokumenter tersebut ditayangkan perdana pada Selasa (22/3) di situs resmi Indonesiana.TV dan channel YouTube Budaya Saya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.