Hari Teater Dunia (Hatedu) ke-8 Digelar di Wisma Seni Taman Budaya Solo Mulai 23 Maret Mendatang

intervalinstitute.com – Hari Teater Dunia (Hatedu) ke-8 bakal diperingati di Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo. Festival seni digelar untuk memperingatinya selama 4 hari, mulai tanggal 23 hingga 26 Maret 2022.

“Di akhir Maret ini akan ada perhelatan besar teater yang setiap tahun dilaksanakan namanya Hatedu (Hari Teater Dunia). Seharusnya tahun 2022 ini menjadi Hatedu ke-9. Tetapi pada tahun 2020 kemarin tidak dilaksanakan karena pandemi sehingga tahun ini yang ke-8,” ungkap Pimpinan Produksi Hatedu #8 Caroko Tri Hananto di podcast MasEdan, Rabu (16/3).

Tema yang diangkat pada peringatan tahun 2022 ini adalah “Menyalakan Api Pikiran”. Menurut Caroko Tri Hananto, tema tersebut merepresentasikan kebangkitan dunia seni pertunjukkan, pada umumnya kegiatan budaya, yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19.

Partisipan dalam kegiatan ini terbilang banyak. Terdapat 18 grup teater dan 17 perseorangan pembaca puisi yang akan tampil. Jumlah partisipan tersebut dibatasi oleh pihak penyelenggara karena keadaan masih pandemi.

Caroko juga mengatakan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya saat belum pandemi partisipan mencapai 40 grup.

ig salahatedu

Adapun kegiatan-kegiatan yang bakal memeriahkan perayaan Hatedu #8 tahun ini meliputi workshop, sarasehan, pertunjukan, orasi budaya dan diskusi, pembacaan karya sastra serta penghargaan seniman.

“Workshop ini tidak main-main. Kita ada Yayasan Pelaku Teater Indonesia yang menghadirkan pak Slamet Rahardjo, Elly D Luthan, kemudian Soni Sumarsono, Embie C Noer, Eka Nusa Pertiwi, Sha Ine Febriyanti,” ujar Caroko.

Selain itu, terdapat pula pameran foto pertunjukan, stand pameran, bazar, seni instalasi, stand kuliner hingga stand baca perpustakaan.

“Di Sarasehan kita juga menghadirkan luar biasa lho ada Prof. Yudiaryani dari Jogja. Dia membahas tentang media baru dengan problematika sekarang, bagaimana darmatugi dengan media baru itu. ini sebagai wawasan untuk kawan-kawan juga,” ungkap seniman muda teater di Solo tersebut.

Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tersebut bakal memberikan pengetahuan lantaran media baru dalam dunia seni pertunjukan. Hal ini lantaran teater saat ini dibawakan di depan kamera secara online. Karena tidak mungkin kemajuan teknologi ditinggal, justru lebih baik berjalan beriringan.

“Karena mungkin melalui media baru atau online itu secara publikasi setidaknya pertunjukan kawan-kawan dapat dinikmati oleh seluruh dunia,” imbuhnya.

Untuk kegiatan orasi budaya atau lebih pada diskusi budaya akan diisi oleh Slamet Rahardjo mengenai perjalanannya malang melintang di dunia film maupun di teater.

ig salahatedu

Kegiatan perayaan ini digelar secara luring atau offline. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan semangat panggung pemain teater.

Meski tidak digelar secara online langsung, pertunjukkan bakal direkam supaya nantinya bisa diunggah di YouTube.

Selama 4 hari perayaan Hatedu, pertunjukkan dan workshop akan selalu ada dan ditampilkan. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengikuti instagram salahatedu dan Facebook salahatedu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.