Demi Kurangi Limbah Tekstil, Soorty dan Left Hand Twill Bekerja Sama dalam Koleksi Denim Digital

intervalinstituute.com – Perusahaan denim Pakistan Soorty menjalin kerja sama dengan pendiri Left Hand Twill dalam meluncurkan koleksi denim yang dirancang secara bertanggungjawab terinspirasi dari vintage styles.

Left Hand Twill yang merupakan sebuah perusahaan jual beli barang antik, diluncurkan oleh Solomon Russel sebagai distributor denim yang menawarkan alternatif dalam membeli pakaian baru.

Dilansir dari YnFx, tujuan awal dari perusahaan Left Hand Will adalah agar secara etis meningkatkan paradigma konsumsi fashion di Amerika.

Sementara kolaborasi ini dilakukan dengan harapan membantu mengurangi limbah tekstil.

Bersama Soorty, Russel membawa pengetahuannya ke kapsul kolaboratif Own Your Denim milik duo ini, yang terdiri dari 10 picis yang dirancang ulang dari arsip pakar vintage.

Sejumlah desain, lengkap dengan puisi tulisan tangan satu per satu yang indah, diperbarui memakai kain denim yang dapat dipertanggungjawabkan serta berteknologi canggih. Selanjutnya, dapat dipakai kembali potongan vintage untuk pemakai modern.

Kapsul tersebut menjadi konsep ulang dari sepuluh item dari sejarah Solomon Russel, yang diperbarui dengan hanya bahan denim paling ramah lingkungan yang terbuat dari serat berkelanjutan dan teknologi canggih.

Di samping desain fisik, Soorty selanjutnya mengembangkan versi digital dari pakaian kapsul melalui 3D Evolution Studio. Para profesional Soorty yang begitu berbakat secara terus-menerus mendorong desain digital untuk menghadirkan apa yang dianggap sebagai ‘koleksi vintage digital pertama’.

Pakaian virtual ditampilkan dalam klip yang terinspirasi dari film dan gambar-gambar tahun 1970-an, yang merujuk pada interaksi pakaian budaya Amerika, sebagaimana dialog yang sering disinggung dalam karya Russel.

Selepas ‘golden age of Hollywood’ yang berakhir pada awal tahun 1960-an, gelombang baru pembuatan film bermunculan dengan sutradara dan aktor yang lebih muda dan tak terprediksi.

Dari sana terekspresikanlah perubahan budaya yang signifikan melalui layar lebar. Efek transisi budaya tahun 70-an ini, terkait pakaian mereka saat itu, begitu ikonik dan merefleksikan realitas perkotaan yang mentah, semangat, dan tanpa filter.

Hal ini menggambarkan kontribusi Solomon pada percakapan mengenai pakaian dan relevansinya kepada masyarakat Amerika melalui karya-karyanya.

YarnsandFibers News Bureau

Pada akhirnya, hal ini diharapkan bisa membantu pembeli dalam memahami nilai sesungguhnya di balik produksi pakaian dan pentingnya membentuk ikatan yang dapat memperpanjang siklus hidup suatu produk.

Kolaborasi dari keduanya ini bakal mempersembahkan koleksinya kepada para tamu di ruang kreatif milik Soorty di Kota New York, SpaceD. Dengan begitu, para pelanggan bisa mencari informasi lebih lanjut terkait koleksi dan kontribusi yang diberikan perusahaan ini terhadap produksi fashion alternatif.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *