Cengkih dan Ingatan yang Membekas

Ingatan yang Dibatalkan

Latar desa pedalaman kerap disuguhkan bersama narasi supranatural. Hal ini pula yang ditampilkan Erni dalam kemasan Ala bisa melihat hantu gentayangan. Tanpa rasa takut, Ala berteman dengan hantu bernama Ido.

Pada awalnya, kemunculan Ido bagaikan pelipur lara saat Ala dirundung muram. Namun, sekuel dongeng Ido tentang anak bernama Mandika dari hari ke hari ternyata benar terjadi.

Ala menyusun pecahan demi pecahan cerita Ido. Mandika yang diceritakan Ido ternyata dirinya sendiri. Jasad Ido berada di kebun cengkih, dan kepalanya ada di kolong ranjang nenek buyut Ala. Serpihan demi serpihan ingatan tak sekadar bercampur aduk, tetapi juga saling bertabrakan di kepala Ala.

Mengambil alur campuran, Erni membuat apa yang diingat masyarakat sebenarnya kekeliruan dan apa yang dilupakan justru adalah kebenaran. Akibat desas-desus tentang Naf Tikore, unsur magis begitu kental terasa, seperti Naf Tikore digambarkan sebagai penyembah gurita raksasa, punya ilmu kebal, bisa menghilang, dan beristri bangsa jin.

Dan, unsur magis ini dibatalkan dengan unsur magis yang lain, yakni kesaksian arwah Ido. Bagi mereka yang menjunjung tinggi rasionalitas narasi, segi ini sedikit mengganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *